You're Okay
Bagaimana sayang? Apakah melarikan diri ampuh untuk mengobati khawatir yang semakin nyata? Rasanya memang tak mengenakkan ketika rasa muak yang kau simpan-simpan akhirnya memberontak dan muncul ke permukaan.
Kau mulai lelah. Rasanya seperti ada desakan kuat untuk mengepak pikiranmu sesuai labirinnya, ketika ada sesuatu dalam otakmu yang sebentar lagi memberontak. Ketika satu persatu hal mulai terjadi di luar kendali. Malammu menjadi satu hal yang paling kau takuti, ketika khawatir yang disimpan-simpan bermunculan, ketika mimpi-mimpi yang dulu jadi teman bermainmu tiba-tiba hilang tanpa kabar.
Kau mulai menangis di balik selimut tebalmu. Inginmu hanya meringkuk di sana sepanjang hari, sambil berusaha menepis khawatir yang tak kunjung pergi. Pikiranmu seperti bercabang tak tentu arah, kau buntu di setiap langkah. Dunia di sekelilingmu rasa-rasanya seperti berjalan acuh. Kau ingin membereskan segala sesuatunya, tapi kau tak menemukan apa-apa.
Sayang, kini dengarkan. Kau hanya perlu menenangkan diri meskipun frustasi mulai menapaki puncak tertinggi karena kau tak mengerti apa yang kau khawatirkan selama ini. Kedengaran bodoh memang, tapi itulah senyatanya.
Kau hanya takut apa yang kau lakukan mengecewakan. Yang perlu kau percaya adalah kau masih baik-baik saja jika kau mengijinkan Tuhan tetap ada dalam hatimu. Ialah penenang terampuh, sayang.
Tak apa. Tak perlu menghabiskan energi untuk melarikan diri lagi. Duduklah sejenak, tak perlu grasa-grusu. Katakan pada dirimu bahwa kau lebih besar dibanding masalahmu.
Percayalah, karena aku pernah merasakan seperti kamu.
#PKWriterpreneur
#7DPKW
#DAY2

Comments
Post a Comment