Posts

Showing posts from March, 2017

Senja, Kamu, dan Perpisahan.

Image
Karena menyangkal perasaan hanya membuat lelah, bukankah menerima menjadi pilihan terbaik? Terimakasih telah hadir. Ada sesal dan rindu yang dipendam. Bukan kamu, tapi mungkin sejak awal akulah yang menyeretmu menjadi bagian dari setiap ekspetasi. Bukan kamu, tapi akulah yang seharusnya mampu menjaga hati. Perasaan ini terlalu berharga untuk gadis seperti aku, dan patah yang kualami bukan hanya sekali, tentu maaf jika selama ini aku membencimu atas perasaan yang datang tiba-tiba. Karena ijinkan aku mengakui sesuatu, dulu aku pernah jatuh hati pada sosok sepertimu, dan luka itu masih ada, ingatan itu masih ada. Sesak, itu yang kurasakan ketika aku menyadari aku akan patah untuk kesekian kalinya. Aku menerima. Degup jantung yang berdetak tak berirama, letupan perasaan gembira hanya karena kamu berbicara padaku atau sekedar senyum basa basi yang kamu lontarkan, itu begitu spesial. Spesial. Dan sialnya, ada saat aku tak bisa mengontrol ekspresi, seperti gadis kegirangan dan hiper...