Posts

Showing posts from July, 2015

Senja yang Pergi

Image
Saat ini adalah sejam yang lalu ketika perempuan bersweater biru berwajah murung memasuki café. Perempuan itu masuk ketika gerimis turun. Di rambutnya terlihat beberapa titik air yang menggantung seperti embun. Ia tampak acuh, terlihat juga pada kacamatanya yang ia biarkan basah tanpa punya niat sedikipun untuk membersihkan titik titik air tersebut. Ia kemudian memesan secangkir cappuchino panas dan sepiring panekuk. Langkahnya membawanya pada ujung ruangan, di bangku di mana ia bisa melihat hujan turun dari balik kaca café. Tanpa ada obrolan asing yang mengganggu, tanpa ada pasang mata yang membuatnya menjadi lebih terasing. Baginya, sunyi adalah bahasa, ketika ia kehabisan kata dan akalnya buntu akan pertanyaan yang tak kunjung ia dapatkan jawaban. Ya. Ia putus asa. Atas semua yang terjadi, pikirnya. Hari ini pun ia terlalu buruk. Ia seperti kehilangan kepekaannya. Kalau tadi orang-orang tidak berteriak gerimis, ia mungkin masih saja berdiri di dekat tiang halte bus. K...