Posts

Showing posts from 2014

Ice Lemonmu....

Image
Sedari tadi aku memandang secangkir cappuchino dan Ice lemon yang kupesan semenjak dua jam yang lalu. Belum kuminum, berharap tiba-tiba kau datang dan duduk di depanku sambil mengatakan bahwa kau lupa menghabiskan Ice lemon yang sudah kupesan. Datanglah, aku benar-benar merindukanmu… Kau bilang kau tak akan minum Ice lemon jika bukan aku yang memesan khusus untukmu, dan kau berjanji akan selalu datang jika aku menyebutkan namamu. Aku sudah menyebut namamu ratusan kali, tapi nyatanya… kau tak ada disini. CafĂ© ini hampir tutup, sudah jam sembilan malam. Tapi pemiliknya tahu bahwa aku masih disini, dan dia mengurungkan niatnya untuk menutupnya. Kau tahu? Ini bukan kali pertama, Malam ini sama seperti malam-malam yang lalu, entah karena apa aku mau saja melakukan hal bodoh ini. Ini semua karena aku merindukanmu. Tidakkah kau dengar betapa aku lelah menyebut namamu, tuan? Apakah kau lupa pada Ice lemonmu? Cappuchinomu? Satu tahun bergulir begitu saja, malam i...

Cerpen: Biarkan Aku Melupakanmu

Image
"Bagaimana bisa kau meminta bantuan padaku? Aku mencintaimu, tetapi mengapa kamu malah memintaku untuk menyatukanmu dengan orang asing?” Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Bagaimana bisa aku menolak permintaanmu? Aku akan bersalah. Tapi, apakah aku harus mengabaikan diriku sendiri? Mengorbankan perasaan demi kau dan orang asing yang baru bertemu? Oh tuhan, aku juga berhak bahagia. Aku berhak bukan? “Ayolah bantu aku, Sya. Setelah ini, aku janji aku akan menuruti permintaanmu. Kamu tahu kan? Aku menyayanginya meskipun aku baru bertemu dengannya. Setidaknya kamu perempuan, dan kamu bisa mendekatkan aku dengan gadis itu. Jadi, bantu aku.” Aku benci dengan situasi seperti ini. Ah sialan, kupikir tadi dia hanya bercanda. Tapi sekarang, melihat matanya saja sudah membuatku lemas. Dan yang kutahu, rasanya aku harus menghukum diriku sendiri. Apa yang harus aku lakukan? “Tapi, kamu belum mengenalnya dengan jelas, Radhis,” ucapku hati-hati. Ya tuhan....

Senja, dan Dermaga Kayu

Image
“Kau tidak menyukaiku. Katakan.” Audrey mencoba menahan buliran air yang sudah menggantung di pelupuk matanya. Menahan semua gejolak yang kembali berkecamuk dalam hatinya. Ia tak ingin mengatakan hal itu, sungguh. Tapi apakah ia bodoh? Tidak, ia tidak tolol. Ia benar-benar tak ingin lelaki itu membohongi perasaanya sendiri lebih jauh. “Aku tidak tahu,” Kris mengadah menatap senja, tidak ada rasa ketertarikan sedikitpun. Entahlah, ia hanya tak suka suasana seperti ini, dan pertanyaan itu… ia juga tak berniat menjawabnya. Audrey menghela nafas panjang. “Kris… aku bosan. Setiap hari kau selalu diam, dingin, bersikap acuh. Lantas, untuk apa pertunangan kita? Kau tidak menyukaiku, tapi kau setuju dengan orangtuamu. Dan kau bahkan-“  “Tidak pernah sedikitpun memikirkan perasaanku. Kau seharusnya menolak, meskipun kau tahu aku sangat menyukaimu,” ucap Audrey, tangannya berpijak kuat pada dermaga kayu itu, airmatanya telah menetes, bercampur dengan ombak pantai yang kini t...

Menunggu ya? Selamat Berjuang!

Image
Believe me (believe me) I will make you see All the things that your heart needs to know (“I’ll be waiting for you”, Celine Dion) Tanpa sadar mataku sudah berair sekarang, hidungku memerah. Entahlah, lagu ini berhasil membuatku merasakan sakit itu lagi. Ada yang nyeri di dalam sini, di hati. Rasanya seperti dicubit kecil dan bertubi-tubi. Menyakitkan. Duh, mengapa aku kembali menjadi si gadis melankolis. Pandanganku tertumbuk pada benda kecil yang kubiarkan tergeletak dipojok meja belajar. Diary mungil merah jambuku. Selera warna yang aneh tapi menawan. Tiba-tiba aku rindu menulis disana. Rindu akan perasaan lega karena berhasil mencurahkan semua hal yang mengganggu pikiran. Memalukan memang. Mungkin aku terlihat bagai seseorang yang hidup sendiri tanpa teman, tanpa sahabat. Bukan itu alasannya, tetapi karena ada sesuatu hal yang tak ingin kubagi dengan siapapun. Suara Celine Dion masih mengalun merdu di telingaku. Menemani keheningan yang tercipta karen...

Hujan (Lagi), Dia Hilang Aku Mencari

Image
Aku menatap ke atas langit. Rintikan hujan berjatuhan meluruhkan disetiap sudut sudut kesedihan, memberikan sensasi mengagumkan yang aku rasakan di wajahku. Tetesan itu begitu dingin, tetapi menyejukkan. Suasana tak tergambarkan itu membuatku berputar. Seperti putaran kaset, yang tak pernah berhenti mengulang setiap memori. Karena disanalah aku menyimpan perasaan itu, mengendapkannya dan berusaha agar tak muncul kembali. Menyenangkan. Cipratan kecil itu tercipta, kakiku yang tanpa sadar menari-nari di atas genangan air itu hingga pada akhirnya berhenti, menelentangkan tangan, kemudian berteriak pada langit. “Hai apakabar malaikat langit ? Bisakah kau turun kemudian menemaniku bermain? Rasa ini mengasikkan, kau lihatkan? Betapa berhasilnya aku berbohong pada perasaan sendiri? Ayolah, apakau tidak melihat aku kesepian? Ah maksudku, bukankah kau melihat bahwa ini akan lebih lebih lebih menyenangkan jika kau  menemaniku disini? Menemani kebodohanku.” Bibirku...

Semoga Kita Bertemu Lagi :)

Image
Gadis itu mengadah, menatap muram gumpalan kapas abu-abu yang menggantung dilangit. Tangannya bermain kecil memeluk secangkir cappuchino, yang mulai mendingin. Bahkan, ia belum meminumnya sama sekali. Mata birunya menunduk, beralih menatap secangkir coklat yang tergeletak begitu saja di sampingnya. Angin sore membuatnya segera mengabaikan kesunyian itu, tangan kecilnya yang lembut bergerak membenarkan syal merah yang terkalung manis di lehernya. “Mengapa aku bodoh, mana mungkin dia datang, untuk mengucapkan perpisahan misalnya,” gumamnya tak ada ekspresi apapun, hanya bibir merahnya yang kemudian mengerucut membentuk penyesalan atau mungkin sebuah pengharapan yang tak mungkin ada. Ia tahu hujan sebentar lagi turun, dan angin akan segera mengusirnya pergi. “Tempat ini rasanya tak menginginkan aku di sini,” ucapnya lagi. Tangannya bergerak-gerak kecil, mencari di setiap sudut tas ransel kesayangannya. Sebuah buku lusuh dan pena yang sebentar lagi akan habis t...

Lirik Lagu Davichi - Arm Pillow (Romanization)

Image
Dasi ireoke ireoke janinhan geu gyejeori Meomchwo beorin deut tto seuchyeogadeut Gil irheun geu gyejeori Naegero wayo naegero wayo apeuge apeuge Yakhaeppajin nae maeumeun geuttae Gieok sogeuro   Janinhan gyejeoreun tto nareul bikkyeogajil anhne Jakkuman johatdeon gieokdo saenggangnage haejujil anhne Palbegae hago nuwo dwinggureudeon uri Geu cheoreopdeon nal geu bameun Dasi jeo mankeum jeo mankeum meoreojine   Bameun gipeojyeo deo pureugo nugunga noraehaeyo Neomu eoryeotdeon urideulmanui Gipgo pureun bamcheoreom Ttoryeotaejyeoyo ttoryeotaejyeoyo Bamui saekkkalcheoreom Yakhaeppajin nae maeumeun geuttae gieok sogeuro   Janinhan gyejeoreun tto nareul bikkyeogajil anhne Jakkuman johatdeon gieokdo saenggangnage haejujil anhne Palbegae hago nuwo dwinggureudeon uri Geu cheoreopdeon nal geu bameun Dasi jeo mankeum jeo mankeum meoreojine   Woo ireoke lalalalalalalala Meonameon gyejeoreun machi eotgeuje gata seulpeo Son naemilmyeon japhi...