Mimpi dan Pertemuan
“Aku bahagia bisa
bertemu denganmu.”
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”
“Tidak. Tapi aku
mengenalmu, aku bahkan mengetahui namamu.”
“Bagaimana bisa? Apa aku yang lupa?”
“Tidak, kau tidak
lupa. Kita memang belum pernah bertemu.”
“Lalu?”
“Kita pernah
bertemu dalam mimpi. Dan diawal mimpi kita kau membuatku menangis.”
“Benarkah?”
“Ya. Untuk pertama
kalinya aku mengagumi orang asing yang bahkan belum pernah kutemui.”
“Tapi ini pertemuan kita yang pertama kan?”
“Kau benar. Maaf,
aku mengatakan hal konyol ini padamu. Tapi mimpi itu tiga tahun yang lalu.”
“Apa kau juga menungguku selama itu?”
“Ya.”
“Dalam mimpimu aku membuatmu menangis. Kenapa
kau malah mengagumiku dan menungguku selama itu?”
“Tidak tahu. Rasa
itu muncul begitu saja.”
“Kau punya alasan kita bertemu hari ini?”
“Itu karena Tuhan
punya rencana baik untuk kita. Pertemuan kita sangat special.”
“Kenapa kau percaya?”
“Kenapa aku tidak
boleh percaya?”
“Kita berdua orang asing. Kenapa kau tidak takut?”
“Takut untuk apa?”
“Bisa saja aku dalam kenyataan akan
menyakitimu sama seperti aku yang ada dalam mimpimu.”
“Itu tidak akan terjadi.
Karena kau akan membahagiakanku. Sama seperti akhir dalam mimpiku tiga tahun
yang lalu.”
21052015

Comments
Post a Comment