Surat (dari) Secangkir Kopi (1)
Sumber gambar: @secangkir_untukmu Ada yang merasa kehilangan. Pemilik cappuchino sudah lama bersembunyi karena hatinya patah sana-sini. Gadis kekanak-kanakkan itu patah hati enam bulan yang lalu, karena pangeran Chocolatenya pergi tanpa mengucapkan pisah. Rupanya ia masih lari, ah ia memang terlalu di bawa hati. Sebenarnya ia bisa saja melupakannya dalam sekejap, dan jatuh cinta dengan minuman lain seperti Lemon tea atau Tequila Sunrise sejenis wine misalnya? Baiklah, abaikan siapa yang menulis ini. Pemilik Cappuchino itu perlu diseret lagi dan bertanggung jawab atas kekosongan yang terjadi beberapa bulan ini. Aku bukan penggemarnya, namun melihatnya terluka seperti itu membuat perasaanku miris. Rasanya aku rindu melihatnya tersenyum sendiri di pojokan kedai. Aku masih ingat, ketika ia menyeruput secangkir cappuchino dan tangannya bergerak lincah mengetik sesuatu di laptop berwarna biru miliknya. Wajahnya berseri-seri, ...