Posts

Showing posts from May, 2015

Tokyo, dan Penyesalan

Image
Musim dingin Tokyo. Aku bisa melihat dengan jelas ekspresi Akira ketika menatap gadis bermata cokelat blasteran Indonesia-Jepang ketika aku menemuinya di Rumah Sakit minggu lalu. Sejak saat itu aku tahu bahwa Akira menyukainya. Hari ini udara cukup dingin. Sutradara berkata syuting ditiadakan untuk sementara waktu. Aku pikir ini kesempatan bagus. Salad dan komik romantis tidak cukup buruk untuk menggantikan hobi berbelanja yang biasa kulakukan kala aku mendapat jatah libur.  Tentu saja, jika bukan karena musim dingin, aku pasti sudah berkelana kemanapun aku ingin pergi.  “Yuki.” Akira menyentuh pundakku, tanpa menolehpun aku tahu siapa dirinya, karena hari ini ia berjanji untuk menemuiku. Tentu.  Aku tidak perlu menjawab sapaannya, aku pikir dia terbiasa dengan sikap dinginku. Akira menghempaskan diri di atas sofa. Dan hari ini aku tahu apa yang akan ia katakan. “Bukankah kau masih menyukainya?”  “Siapa?” Aku menoleh, kemudian menutup komik....

I'll Wait!

Image
Kita akan bertemu di perujungan jalan nanti Aku terlalu percaya bahwa perkataan itu punya kekuatan yang berarti. Aku terlalu percaya bahwa kita akan bertemu nantinya. Aku terlalu percaya bahwa semuanya akan berjalan seperti apa yang kuinginkan. Kau untukku. Namun malam ini ragu itu mengusikku lagi tuan. Bohong jika selama ini aku tak punya keraguan. Karena malam ini juga aku menangisimu lagi. Menangis tanpa sebab dengan sesak yang tak bisa kujelaskan disini. Sesak yang mampu membuatku sulit bernafas. Mataku sembab, ini lebih hebat dari malam-malam sebelumnya. Semua lagu yang kuputar seakan berubah menjadi potongan rindu yang mulai menggembung tinggi. Menyesakkan semuanya. Aku sedang berjuang disini. Menjadikanmu sebagai bagian dari doa, berharap Tuhan tak akan ingkar atas doa-doaku. Termasuk pertemuan kita. Namun perasaan buruk itu menghantuiku lagi. Jika tiba-tiba kau pergi, jika tiba-tiba kau menyerah, dan berhenti menunggu. Aku takut itu terjadi. Aku menyayangim...

Mimpi dan Pertemuan

Image
“Aku bahagia bisa bertemu denganmu.” “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” “Tidak. Tapi aku mengenalmu, aku bahkan mengetahui namamu.” “Bagaimana bisa? Apa aku yang lupa?” “Tidak, kau tidak lupa. Kita memang belum pernah bertemu.” “Lalu?” “Kita pernah bertemu dalam mimpi. Dan diawal mimpi kita kau membuatku menangis.” “Benarkah?” “Ya. Untuk pertama kalinya aku mengagumi orang asing yang bahkan belum pernah kutemui.” “Tapi ini pertemuan kita yang pertama kan?” “Kau benar. Maaf, aku mengatakan hal konyol ini padamu. Tapi mimpi itu tiga tahun yang lalu.” “Apa kau juga menungguku selama itu?” “Ya.” “ Dalam mimpimu aku membuatmu menangis. Kenapa kau malah mengagumiku dan menungguku selama itu?” “Tidak tahu. Rasa itu muncul begitu saja.” “Kau punya alasan kita bertemu hari ini?” “Itu karena Tuhan punya rencana baik untuk kita. Pertemuan kita sangat special.” “Kenapa kau percaya?” “Kenapa aku tidak boleh percaya?” “Kita berdua orang asing. Kenapa ka...

Paris dan Peri-Peri Langit

Image
Julian mengadah. Lelaki asal Inggris itu sejak tadi  hanya terdiam sambil membiarkan gerimis kecil membahasi tubuhnya. Pikirnya ini langka. Gerimis yang ia rasakan di Montmartre seperti menghipnotisnya dengan tiba-tiba, serta membuat lelah yang ia rasakan hilang. Museum Louvre telah menyita banyak waktunya hari ini. Padahal sepanjang hari ia hanya berjalan, dan melihat. Cukup terhibur oleh Lukisan Monalisa karya La Jaconde atau masterpiece lain yang masih menjadi primadona sampai sekarang. Julian merasa cukup puas, meskipun ia sedikit bosan. Ada 35 ribu karya seni, dan Julian sudah melihat semuanya dalam sehari. Julian menatap jam berwarna coklat tua yang terpasang di tangan kirinya. Pukul empat sore. Pandangannya kemudian tertumbuk pada kamera DSLR yang terkalung di dadanya. Kamera yang sempat ia lindungi dari gerimis, dan kamera yang telah merangkum perjalanannya selama ini. Bersama gadis yang menjadi alasan utama mengapa ia berada di sini. “Monsieur, kau ...