Sebelum Detik Berdetak-
Jiwa yang lusuh ini masih ada. Kusut menunduk di pojok sendiri, di dalam dunia yang ia ciptakan, tanpa membiarkan seorangpun masuk, mengobrak abrik semua ketenangannya, kemudian kembali hancur. Seperti jiwanya dulu sebelum jiwanya yang sekarang ia kenal. Didalam jiwa itu tak ada kata, rohnya diam. Kepercayaannya hilang pada sesama, ia tak mengenal lagi manusia. Padahal dirinya masih menjadi manusia, ia belum mati. Tapi ia merasa tak ada, jasadnya masih berdiri tegak tetapi ia tak bisa bergerak. Tenaganya untuk hidup seakan menguap, hanya tertinggal jiwa yang tak tahu lagi akan bagaimana. Tak tahu juga akan kemana, memangnya ia punya tujuan ? Bahkan semua persepsinya telah terkubur, ia menguburnya sendiri. Kemudian dikunci, tanpa sekalipun berusaha untuk menggali dan memperbaikinya lagi. Kesendiriannya itu semakin membengkak, terpecah, kemudian mengacaukan semuanya. Jiwa yang seperti benang-benang halus itu kemudian meruwet, terikat tak teratur, tak tersusun lagi. Sepe...