Posts

Showing posts from 2018

Setengah Tiga Pagi

'Pasti, pasti akan kujemput.' Nada tajamnya seolah menusuk sunyi pukul setengah tiga pagi. Tangannya kuat memegang pena di tangannya, ia geram sekali lagi, sekaligus mencoba untuk kembali percaya diri. Pelupuk matanya hampir penuh dengan bulir kristal air, siap jatuh untuk kesekian kali. Goresan-goresan mimpi yang terlukis sejak bulan-bulan lalu di sebuah buku rahasianya, kembali menghadirkan 'perasaan lain' yang kini hampir mengabur. 'Perasaan lain' yang terakumulasi dari idealismenya, saat kata 'aku pasti bisa' seolah menjadi sihirnya nomor satu. Dan pagi buta itu, seperti membawanya kembali pada percaya. Pada setiap doa-doanya, dan mimpi-mimpinya. Dan bagaimana kemudian, bayangan dari 'perasaan lain' akan dua senyum dari sosok yang paling dinantikannya kembali menghadirkan keyakinannya lagi. Ia pasti akan menjemput semua itu. Ya, ia pasti bisa. Ia pasti bisa. 'Tunggu aku sebentar lagi," katanya dengan nada sedikit bergetar. ...

Saya, SBMPTN, dan Epsilon Phi

Image
Ouy! Baru saja kemarin menginjak Januari, tahu-tahu sekarang sudah masuk ke Februari. Rasa-rasanya waktu begitu cepat berlalu seiring dengan agenda-agenda penting yang mulai dekat tenggat waktunya bagi saya ataupun kalian-kalian yang kini menginjak kelas 12. UAS, USBN, SNMPTN, SBMPTN, dan tes lain-lain seolah berdiri tegak di depan mata, memaksa saya untuk menyiapkan berbagai peralatan perang, khususnya adalah belajar. Sebuah target terpampang besar di papan belajar saya, universitas lengkap dengan jurusan impian. Sebuah alarm untuk saya dan pengingat kalau-kalau mulai malas ataupun lengah. Dan tentu, sebuah target tak begitu saja di kejar tanpa sebuah strategi. Untuk SBMPTN sendiri, bagi saya adalah sebuah perang besar antara diri saya sendiri, dan orang lain. Perlu banyak perjuangan untuk meraihnya. Sedikit cerita tentang rencana belajar saya untuk SBMPTN. Semua berawal dari Try Out SBMPTN yang dilakukan oleh sebuah universitas ternama. Saya pikir, dengan modal materi ya...

Ini, Januari

Image
Rasanya sesak, tahu tidak? Juni memang sebentar lagi. Ini bahkan baru Januari, tapi mengapa seolah-olah keakraban itu tiba-tiba menghambar, dan jarak yang terbentang melebar tanpa aba-aba? Seolah-olah, kita meresmikan diri jadi dua sosok orang asing?  Dan aku benci sungguh, bagaimana aku berusaha begitu keras untuk menyangkal, namun kenyataan seperti menepuk pundak dan menyadarkan pelan-pelan. Bahwa atmosfer yang mencuat diantara kita sudah bertransformasi terlalu jauh menjadi sunyi yang begitu menusuk dan dingin.  Aku terluka. Tapi, entah kamu.