Posts

Showing posts from November, 2016

Surat (untuk) Secangkir Kopi (2)

Image
Hai, Ucapan sapa itu, apakah masih cukup pantas untuk kutuliskan atas surat yang terlalu terlambat untuk dibalas? Terimakasih atas 120 hari yang kau hitung itu. Dan maaf, kau benar, aku terlalu patah hati, dan mungkin jika kau tanya kemana aku selama ini. Jawaban atas kealpaanku di kedai itu sampai saat ini masih sama, aku sibuk mengisolasi hatiku di suatu tempat tersembunyi, disuatu tempat yang jauh, di tempat teraman yang bisa ku simpan, agar hatiku tak perlu retak lagi. Hingga ada hal yang tiba-tiba menggelitik saat ku terima surat ini, kau mengingatkanku kembali pada senja. Ada yang membuatku tersenyum kecil, saat kau bilang jika aku bisa jatuh cinta dengan minuman lain seperti lemon tea ataupun sejenis wine. Kau benar, dan sungguh aku sudah melakukan itu. Namun, segalanya tak semudah yang kau katakan. Aku selalu gagal, dan perasaan ini selalu saja kembali pada laki laki yang kau sebut pangeran coklat itu. Sudahlah, tak apa, hati ini resmi melepasnya. Pecandu kopi, ...