Posts

Showing posts from December, 2016

Kisah yang berakhir di musim gugur

Image
By and by,  I'll miss you And your laugh like a sunshine Fading into shadow of tears  -Hush, Lasse Lindh Bila kau dengar ada sayup-sayup rindu  yang datang padamu, itu aku Bila kau dengar gemerisik angin menyapu daun Itu aku, yang mencoba mengingatkanmu atas keberadaanku Pada kisah yang berakhir di musim gugur Saat aroma dari daun-daun maple yang berguguran menyeruak Kisah kita mengering pada bait-bait kenangan  Kau dan aku tau saat itu Saat alasan untuk bersama tiba tiba menguap begitu saja Tak perlu mendengar lebih lama Saat alunan musik itu sudah berakhir Bahkan sebelum tiba pada larik terakhir Tentang kau dan melodi sendu Bila terdengar alunan musik musim gugur  Mungkin aku rindu Datanglah, pada tempat terakhir kali kau melangkahkan kaki  Saat kau menjauh dari punggungku saat itu Pada waktu yang begitu ingin kubeku Aku masih menjaga kenangan dengan sangat Saat langit musim gugur begitu mengh...

Untukmu Pengelana yang Lupa Pulang, Aku Ada

Image
Untukmu yang sedang berkelana,  Aku ada di setiap singgah yang kau tempati. Aku ada di satu langkah tepat di belakangmu, aku ada di sepanjang matamu memandang, aku ada di sekelumit tempat paling tersembunyi dalam pikiranmu.   Ada pesan yang perlu kau dengar,  ada pesan yang perlu kau baca. Aku ada, meski kau coba lari ke ujung dunia sekalipun.  Selalu ada.  Dan tak akan pergi sebelum kau buka lagi mata dan telingamu.  Selalu hadir.  Meski kau sangkal kenyataannya.  Hanya pesan singkat dari orang-orang yang kau cinta Aku hadir dan ada untuk mengatakan sesuatu padamu Pulanglah. Sudah terlalu jauh. Ada rumah yang menanti sebagai persinggahan terakhir.  Aku ada. Untuk mengingatkanmu, ada yang menanti di balik pintu, menunggu kata pulang darimu. Kembalilah. Aku datang untuk membimbing jalanmu kembali dari perjalanan panjang tanpa tujuan.  Aku, kata hatimu, kejujuran terdalammu.  Pulanglah, pulang....

Sebuah Tatap, Ia Menjadikanku Pengecut Paling Sempurna

Image
Hal yang paling disyukurinya saat ini adalah kenyataan bahwa ia sedikit berhasil untuk lari dari perasaannya. Sesuatu yang berharga, bahwa cukup dengan menahannya, ia tak akan jatuh lagi. Perasaan takut itu masih ada. Perasaan yang membuatnya takut untuk mengakuinya. Cukup, pikirnya. Namun ia lupa, ia tak pernah tahu kapan datangnya cinta. Bahwa cinta mungkin tiba sebelum ia benar-benar menyembuhkan luka dalam hatinya. Ia pikir, dengan menutup hatinya, ia takkan pernah merasakannya lagi. Namun cinta selalu datang seperti pencuri, mendobrak pintu tanpa suara. Dan sebelum ia memberikan izin, cinta telah menguasai sepenuh hatinya. Awalnya ia membiarkan segalanya mengalir, namun cinta yang dulunya baik berubah menjadi pencuri paling cerdik. Pencuri yang   membawa kabur separuh hatinya. Ia hanya tak ingin separuhnya lagi hilang. Separuh hatinya. Apakah terlalu muluk-muluk harapannya? Tapi cinta datang lagi, tak peduli apakah pertahanannya telah dibangun dengan koko...