Posts

Showing posts from 2016

Kisah yang berakhir di musim gugur

Image
By and by,  I'll miss you And your laugh like a sunshine Fading into shadow of tears  -Hush, Lasse Lindh Bila kau dengar ada sayup-sayup rindu  yang datang padamu, itu aku Bila kau dengar gemerisik angin menyapu daun Itu aku, yang mencoba mengingatkanmu atas keberadaanku Pada kisah yang berakhir di musim gugur Saat aroma dari daun-daun maple yang berguguran menyeruak Kisah kita mengering pada bait-bait kenangan  Kau dan aku tau saat itu Saat alasan untuk bersama tiba tiba menguap begitu saja Tak perlu mendengar lebih lama Saat alunan musik itu sudah berakhir Bahkan sebelum tiba pada larik terakhir Tentang kau dan melodi sendu Bila terdengar alunan musik musim gugur  Mungkin aku rindu Datanglah, pada tempat terakhir kali kau melangkahkan kaki  Saat kau menjauh dari punggungku saat itu Pada waktu yang begitu ingin kubeku Aku masih menjaga kenangan dengan sangat Saat langit musim gugur begitu mengh...

Untukmu Pengelana yang Lupa Pulang, Aku Ada

Image
Untukmu yang sedang berkelana,  Aku ada di setiap singgah yang kau tempati. Aku ada di satu langkah tepat di belakangmu, aku ada di sepanjang matamu memandang, aku ada di sekelumit tempat paling tersembunyi dalam pikiranmu.   Ada pesan yang perlu kau dengar,  ada pesan yang perlu kau baca. Aku ada, meski kau coba lari ke ujung dunia sekalipun.  Selalu ada.  Dan tak akan pergi sebelum kau buka lagi mata dan telingamu.  Selalu hadir.  Meski kau sangkal kenyataannya.  Hanya pesan singkat dari orang-orang yang kau cinta Aku hadir dan ada untuk mengatakan sesuatu padamu Pulanglah. Sudah terlalu jauh. Ada rumah yang menanti sebagai persinggahan terakhir.  Aku ada. Untuk mengingatkanmu, ada yang menanti di balik pintu, menunggu kata pulang darimu. Kembalilah. Aku datang untuk membimbing jalanmu kembali dari perjalanan panjang tanpa tujuan.  Aku, kata hatimu, kejujuran terdalammu.  Pulanglah, pulang....

Sebuah Tatap, Ia Menjadikanku Pengecut Paling Sempurna

Image
Hal yang paling disyukurinya saat ini adalah kenyataan bahwa ia sedikit berhasil untuk lari dari perasaannya. Sesuatu yang berharga, bahwa cukup dengan menahannya, ia tak akan jatuh lagi. Perasaan takut itu masih ada. Perasaan yang membuatnya takut untuk mengakuinya. Cukup, pikirnya. Namun ia lupa, ia tak pernah tahu kapan datangnya cinta. Bahwa cinta mungkin tiba sebelum ia benar-benar menyembuhkan luka dalam hatinya. Ia pikir, dengan menutup hatinya, ia takkan pernah merasakannya lagi. Namun cinta selalu datang seperti pencuri, mendobrak pintu tanpa suara. Dan sebelum ia memberikan izin, cinta telah menguasai sepenuh hatinya. Awalnya ia membiarkan segalanya mengalir, namun cinta yang dulunya baik berubah menjadi pencuri paling cerdik. Pencuri yang   membawa kabur separuh hatinya. Ia hanya tak ingin separuhnya lagi hilang. Separuh hatinya. Apakah terlalu muluk-muluk harapannya? Tapi cinta datang lagi, tak peduli apakah pertahanannya telah dibangun dengan koko...

Surat (untuk) Secangkir Kopi (2)

Image
Hai, Ucapan sapa itu, apakah masih cukup pantas untuk kutuliskan atas surat yang terlalu terlambat untuk dibalas? Terimakasih atas 120 hari yang kau hitung itu. Dan maaf, kau benar, aku terlalu patah hati, dan mungkin jika kau tanya kemana aku selama ini. Jawaban atas kealpaanku di kedai itu sampai saat ini masih sama, aku sibuk mengisolasi hatiku di suatu tempat tersembunyi, disuatu tempat yang jauh, di tempat teraman yang bisa ku simpan, agar hatiku tak perlu retak lagi. Hingga ada hal yang tiba-tiba menggelitik saat ku terima surat ini, kau mengingatkanku kembali pada senja. Ada yang membuatku tersenyum kecil, saat kau bilang jika aku bisa jatuh cinta dengan minuman lain seperti lemon tea ataupun sejenis wine. Kau benar, dan sungguh aku sudah melakukan itu. Namun, segalanya tak semudah yang kau katakan. Aku selalu gagal, dan perasaan ini selalu saja kembali pada laki laki yang kau sebut pangeran coklat itu. Sudahlah, tak apa, hati ini resmi melepasnya. Pecandu kopi, ...

Let it flow~

Image
Lepaskanlah Kamu hanya perlu mengalir mengikuti arus sungai Tanpa harus kehilangan kendali Tanpa harus hanyut sehanyut hanyutnya Tanpa harus tenggelam sedalam dalamnya Ada tujuan yang perlu dicapai Ada arti yang perlu dicari Ada muara yang perlu dituju Bahwa hidup terlalu sia-sia Untuk kamu yang mencoba melawan arus-Nya Untuk kita yang tak mau menerima Untuk mereka yang terlalu keras kepala Nikmati arusnya, Lepaskan apa yang perlu dilepas Terima apa yang perlu diterima Dan kamu tahu pada akhirnya Arus yang membawamu itu Adalah bagian dari skenario Tuhan yang begitu sempurna Kamu bisa, Menjadi pemenang dalam kisahmu Dalam perjalanmu Dalam langkahmu Menuju muara bertemu sang Kuasa Akupun sama 27 10 2016

Arlet (1)

Image
Arlet sedang duduk di depan rumah pohonnya, menatap bunga-bunga yang mulai bermekaran serta tersenyum lebar saat beberapa peri menyapanya dan melambaikan tangan dari bawah. Arlet membiarkan kakinya menggantung, membiarkan angin menyentuh kulitnya. “Kudengar, pangeran akan ke hutan,” kata Airy, peri yang kini sedang menyisir rambut Arlet. “Kau ingin bertemu dengannya?” tanyanya.   “Dia akan ke hutan?” tanya Arlet terkejut. Pangeran itu, akan pergi ke tempat dimana ia berada?             Airy mengangguk, “Aku dengar dari Gaby, kemarin dia pergi ke istana kerajaan. Aku sering melihatnya berkunjung kemari, memetik bunga matahari bersama kudanya, menurutku dia pangeran muda dan paling tampan di negeri ini, dan ini pertama kalinya seorang pangeran berkeliling sendiri ke hutan tanpa pengawal. Aku masih bertanya-tanya bagaimana dia tahu tempat ini.”             Arl...

Tara

Image
Tara tersenyum kecil, matanya tersirat kebahagiaan tersembunyi dari dalam benak hatinya kala sesosok lelaki tertangkap dari sudut matanya, berjalan tak jauh dari tempatnya berada. Tara mengagumi setiap langkah lelaki itu.   Baginya, pria itu pemilik senyum paling istimewa yang pernah ia temui. Entah mengapa, rasanya tawa lelaki itu begitu magis, membuat jantungnya berdebar tanpa alasan, membuat kaki-tangannya dingin, membuat semacam desiran aneh yang tiba-tiba muncul dalam hatinya, menciptakan sebuah perasaan baru tanpa aba-aba. Hingga ketika ia menyadarinya, Tara tahu bahwa perasaannya berkata bahwa ia mencintai lelaki itu. Tara membalikkan badannya. Memilih untuk berjalan menjauh, memilih untuk mengabaikan perasaannya yang semakin hari semakin membuat hatinya nyeri. Baginya itu adalah pilihan terbaiknya. Pilihannya untuk mengabaikan hati kecilnya, bahwa memang hanya itu yang bisa ia lakukan. Ia takut jatuh terlalu dalam, sudah cukup rasanya merasakan bagaimana mengga...