Ilalang Kota Tua
Kau tahu? Ingatannya tentang kenangan bau-bau perjalanan bulan lalu masih setajam ujung pensil yang rajin ia raut. Ia masih sama, dengan raut wajah sendu menghabiskan perjalanan dengan memandangi jalanan malam yang penuh lampu-lampu kota diiringi bunyi rintik hujan yang mengenai atap kendaraan, telinganya masih suka disumpel earphone dan jangan ditanya apa yang ia dengarkan, karena playlist lagunya itu-itu saja. Ia pecandu perjalanan dibanding tiba di tujuan. Ia suka jalanan macet, karena itu akan memperpanjang waktu favoritnya. Ia suka melihat angkringan-angkringan di pinggir jalan lewat kaca kendaraan. Ia suka aroma-aroma khas setiap kota yang ia lewati. Dan ini adalah perjalanannya untuk kesekiankali. Namun entah mengapa tiba-tiba ia rindu pada perjalanannya yang terakhir kali. Saat matanya tiba-tiba teralihkan pada sosok pemuda yang duduk dua kursi di depannya. Saat tiba-tiba ada sesuatu yang datang menghangatkan hanya karena menatap punggungnya yang duduk tegak. Dan satu...