Analogi Hujan :)
Aku
selalu menunggumu bersama rintikan hujan
Duduk di
bawah pohon, meluruskan kaki, mengenai ilalang yang basah karena hujan
Yang
membawa titik-titik air berisi cerita lampau
Dari
gerimis yang jatuh satu-satu dan tak kunjung berhenti
Membiarkan
sapuan gemerisiknya menerpa pelan
Menghilangkan
sedikit rasa rindu yang hanya tersapu sesaat
Otakku
berputar begitu cepat
Menghadirkan
kembali videomu yang terekam dalam
memori otakku
Membayangkan
dirimu yang duduk manis
Sambil
menghayati ritme dari hujan sore ini
Mereka
bilang hujan menyimpan air mata
Apalagi
ketika tetesan air itu terdengar indah ditelinga
Membawa
irama hampa tetapi terasa
Dan
memutarkan kembali serpihan-serpihan memori yang tak kunjung dapat dilupakan
Seperti
cinta yang semu tetapi ada
----------
.jpg)
Comments
Post a Comment