Menunggu ya? Selamat Berjuang!


Believe me (believe me)
I will make you see
All the things that your heart needs to know (“I’ll be waiting for you”, Celine Dion)

Tanpa sadar mataku sudah berair sekarang, hidungku memerah. Entahlah, lagu ini berhasil membuatku merasakan sakit itu lagi. Ada yang nyeri di dalam sini, di hati. Rasanya seperti dicubit kecil dan bertubi-tubi. Menyakitkan. Duh, mengapa aku kembali menjadi si gadis melankolis.

Pandanganku tertumbuk pada benda kecil yang kubiarkan tergeletak dipojok meja belajar. Diary mungil merah jambuku. Selera warna yang aneh tapi menawan. Tiba-tiba aku rindu menulis disana. Rindu akan perasaan lega karena berhasil mencurahkan semua hal yang mengganggu pikiran. Memalukan memang. Mungkin aku terlihat bagai seseorang yang hidup sendiri tanpa teman, tanpa sahabat. Bukan itu alasannya, tetapi karena ada sesuatu hal yang tak ingin kubagi dengan siapapun.

Suara Celine Dion masih mengalun merdu di telingaku. Menemani keheningan yang tercipta karena kenangan masa lalu. Kini jemariku mulai bermain-main di atas diary terlarang. Antara membuka atau tidak. Kalau aku buka tentu mimpi itu akan muncul lagi. Entah itu semakin kuat atau malah hilang, Aku tak peduli, rasa rinduku ini mengaburkan semua kemungkinan kemungkinan yang mungkin terjadi.

Lembar demi lembar kubuka pelan. Takut melukai teman setiaku. Lucu sekali aku dulu. Buku rahasiaku ini penuh dengan cerita tentag satu nama. Nama yang selama ini hadir muncul dan berlarian di pikiranku. Tak perlu kusebut bukan? Meski aku yakin dia ‘tak mungkin’ tersesat kesini dan memergokiku menulis namanya disini.

Bodoh. Bodoh. Bodoh. Bagaimana mungkin aku sebodoh ini dulu. Mencintai diam-diam. Mengagumi diam-diam. Menunggu tak pasti balasan singkat tanpa makna. Tersenyum bahagia mengingat senyum manisnya. Aku terlalu bodoh jika terus menunggu. Aku terlalu bodoh jika membiarkan seseorang yang bahkan tak pernah melihatku, menjadi alasanku bersedih. Hidup terlalu singkat jika dihabiskan hanya untuk menunggu, bukan? Harusnya aku berhenti sekarang. Menunggu yang pasti saja sulit, apalagi menunggu yang tak pasti? Dia bahkan datang dan pergi sesuka hati, lalu apalagi yang aku tunggu?

Itu logikaku, Tapi aku harus jujur. Menyelaraskan hati dan logika kadang sulit bukan? Kenyataannya aku masih menunggunya. Sampai sekarang. Aku masih mencari tahu tentangnya. Emm, bukan hanya tentangnya sih tapi lebih tepatnya tentang semua orang yang berhubungan dengannya. Mantannya, atau gebetannya sekarang. Aku hapal dengan baik nama mereka hahaha. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga saja aku bisa bertemu dengannya lagi di masa depan. Menyelesaikan ending cerita yang masih saja menggagantung sampai saat ini.

I wanted more
Don’t go you know you’ll break my heart
She won’t love you, like I will
I’m the one who’ll stay
When she walks away
And you know I’ll be standing here still

Comments

Popular posts from this blog

Catatan Tak Penting

Tokyo, dan Penyesalan

Mimpi dan Pertemuan