Selamat Berpisah :)



Aku mencintaimu, tapi apakah selamanya aku hanya akan menjadi pengagummu ?

Pikiran gila itu kembali menyeruak. Mengisahkan kembali analogi-analogi berdebu yang sudah tak berjaman. Seperti putaran video yang singkat dan terus berulang, berulang, berulang, ratusan kali. Membuka kembali rahasia hati yang dulu terluka mengelupas, menusuk lebih dalam, atau bahkan teriris tipis-tipis, tak berbentuk. Sekecil atom, tak terlihat barangkali.
Aku menyesal ? ya aku menyesal telah menaruh hati padamu,  mengenalmu, menyelidikimu lebih dalam, menatap matamu, atau lebih parahnya lagi menjadi stalkermu yang setiap hari berkutat dengan segala informasi yang berkaitan denganmu.
Abnormal, idiot, kata-kata itu pantas untukku, bukan ? Aku yang merasa setengah abnormal ini menjadi benar-benar abnormal. Menjadi orang paling idiot, yang terlambat sadar.
Setiap hari aku mengagumimu, tanpa tahu bahwa kamu tak pernah sekalipun mengenalku. Aku mencoba untuk menjadi seseorang yang terbaik untukmu, tetapi apa ? kamu bahkan tak mau peduli sedikitpun tentang itu.
Aku bertahan, aku bertahan meskipun rasa rindu ini hanya aku yang merasakan. Aku bertahan tanpa pernah menghitung seberapa banyak airmata yang menetes. Ini bukan salahmu, hanya salahku yang tak memberitahumu bahwa tangis ini karenamu. Biarlah aku menjadi pelakon figuran dalam hidupmu yang ingin menjadi tokoh utama dalam hatimu. Tak apa, aku tahu ini sulit. Sulit untukmu menerimaku bahkan sebagai benda kecil yang ingin punya tempat di dalam hidupmu.
Aku tak tahu, akankah ini menjadi coretan terakhir tentangmu atau bukan.  Aku bukan seseorang yang kuat, bukan seseorang yang penting dalam hidupmu. Hingga aku sadar, bahkan analogi yang kumulai ini tak ada penyelesainnya. Alur yang membosankan dan ending yang amat sangat buram dan lebih parahnya lagi tak ada penyelesaiannya.
Aku bahagia meskipun rasa rindu untukmu saat ini masih ada. Bahkan ketika kamu memiliki seseorang yang begitu istimewa untukmu. Seseorang yang sempurna, tak egois, tak pengecut seperti aku. Aku harap kamu bahagia. Bersama dia, tertawa dengannya, berbagi tangis bersama, atau bahkan seumur hidup kau akan terus bersamanya. Cinta yang kau impikan, cinta sejati yang kau cari-cari itu. Dan kaupun sudah tahu bahwa cinta itu sudah kautemukan.
Sialan, aku terlalu jujur menuliskan isi hatiku disini. Menuliskannya seperti orang bodoh, tak ada nama yang dituju, tak ada alamat yang dituju. Ah biarlah, toh kamu juga tak akan tersesat di dalam blog seorang pengecut seperti aku. Tertawalah, jika ini yang kamu mau. Lucu ya. Dan seandainya kamu tau, akupun sekarang tertawa. Menertawakan keabnormalanku yang semakin hari semakin tak jelas.
Selamat berpisah, dan aku harap kita tak bertemu lagi.
Karena aku takut, rasa ini mencuat kembali untuk berulang kalinya.
Doakan aku, semoga aku segera melupakanmu, dan rasa khawatir  tentangmu, rasa rinduku, semuanya. Tak ada lagi. Aku percaya bahwa kita berpisah karena Tuhan akan mempertemukanku dengan orang-orang baru, yang lebih hebat darimu.


Comments