Pergi
Lihat!
Sepatu dansaku rusak, dan kakiku terluka. Ah sial. Apakah aku bisa menari hanya
dengan gaun, dan mahkota bunga dikepalaku? Sedangkan kaki kananku mengeluarkan
darah segar. Ah, kenapa peri-peri hutan itu mengacaukan semuanya hah? Tapi
tenanglah, aku tak akan mengurungkan niatku hanya karena ulah-ulah mereka. Tak
peduli kaki kananku terluka, sepatu dansaku rusak, atau mataku yang berubah seperti
mata panda. Yang kutahu, sekarang aku harus pergi. Ya, aku harus pergi ke
pernikahannnya, berdansa penuh kebencian,
kemudian menghilang dari hidupnya. Tanpa harus menangisinya lagi.

Comments
Post a Comment