Ini memang sulit. Tapi setidaknya aku akan berusaha untuk meraihnya. Tidak ada yang peduli jika aku gagal bukan? Tuhan menciptakan banyak jalan. Aku punya banyak mimpi. Sesulit apapun itu aku akan berusaha untuk menggapainya satu per satu. Kau tahu? Ini memang sedikit gila. Kau mungkin akan menertawaiku jika kau mendengar lebih detail tentang khayalan-khayalanku. Tapi sudah kukatakan bukan? Aku adalah gadis aneh, ada banyak hal yang ingin kulakukan di dunia ini. Ini mengagumkan. Aku selalu penasaran tentang jalan hidupku. Akan ada banyak kemungkinan-kemungkinan nantinya. Tidak ada yang tahu apakah aku akan menyerah atau masih berpegang teguh pada kegilaanku selama ini? Menggapai mimpi memang bukanlah hal mudah. Ini begitu menantang. Aku akan menemukan banyak situasi yang berbeda. Entah akan bagaimana nantinya. Kau tahu? Perjalanan adalah hal yang menarik untukku. Dan menghilang adalah hal yang ingin kulakukan. Aku ingin menghilang dan berada di suatu tempat yang...
Musim dingin Tokyo. Aku bisa melihat dengan jelas ekspresi Akira ketika menatap gadis bermata cokelat blasteran Indonesia-Jepang ketika aku menemuinya di Rumah Sakit minggu lalu. Sejak saat itu aku tahu bahwa Akira menyukainya. Hari ini udara cukup dingin. Sutradara berkata syuting ditiadakan untuk sementara waktu. Aku pikir ini kesempatan bagus. Salad dan komik romantis tidak cukup buruk untuk menggantikan hobi berbelanja yang biasa kulakukan kala aku mendapat jatah libur. Tentu saja, jika bukan karena musim dingin, aku pasti sudah berkelana kemanapun aku ingin pergi. “Yuki.” Akira menyentuh pundakku, tanpa menolehpun aku tahu siapa dirinya, karena hari ini ia berjanji untuk menemuiku. Tentu. Aku tidak perlu menjawab sapaannya, aku pikir dia terbiasa dengan sikap dinginku. Akira menghempaskan diri di atas sofa. Dan hari ini aku tahu apa yang akan ia katakan. “Bukankah kau masih menyukainya?” “Siapa?” Aku menoleh, kemudian menutup komik....
“Aku bahagia bisa bertemu denganmu.” “Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” “Tidak. Tapi aku mengenalmu, aku bahkan mengetahui namamu.” “Bagaimana bisa? Apa aku yang lupa?” “Tidak, kau tidak lupa. Kita memang belum pernah bertemu.” “Lalu?” “Kita pernah bertemu dalam mimpi. Dan diawal mimpi kita kau membuatku menangis.” “Benarkah?” “Ya. Untuk pertama kalinya aku mengagumi orang asing yang bahkan belum pernah kutemui.” “Tapi ini pertemuan kita yang pertama kan?” “Kau benar. Maaf, aku mengatakan hal konyol ini padamu. Tapi mimpi itu tiga tahun yang lalu.” “Apa kau juga menungguku selama itu?” “Ya.” “ Dalam mimpimu aku membuatmu menangis. Kenapa kau malah mengagumiku dan menungguku selama itu?” “Tidak tahu. Rasa itu muncul begitu saja.” “Kau punya alasan kita bertemu hari ini?” “Itu karena Tuhan punya rencana baik untuk kita. Pertemuan kita sangat special.” “Kenapa kau percaya?” “Kenapa aku tidak boleh percaya?” “Kita berdua orang asing. Kenapa ka...
Comments
Post a Comment