Terlanjur Patah
Kepada
Senja.
Mulai saat ini aku
akan berusaha untuk menutup mata, dan menutup hati. Berhenti
menerka-nerka tentang tulisan ini akan terbaca olehmu atau tidak. Aku sudah
lenyap, manamungkin aku masih tetap membiarkan diriku menjadi lebih mati karena
harapan yang kulambungkan begitu tinggi kemudian jatuh dan menimpaku berulang
kali.
Aku sedang menikmati
sesuatu dalam hatiku. Cinta sedang mengajari ku merasakan rasa sakit, rasa
hampa, dan rasa kehilangan. Cinta sedang menorehkan luka, merobek kesana
kemari, dan menciptakan titik titik menyakitkan.
Kenapa kamu kembali?
Saat ini aku sudah hampir bisa melupakanmu. Bahkan mungkin aku akan menjadi
salah seorang yang akan membencimu. Aku tak peduli padamu. Kamu hanya
perlu menghilang lagi, dan pergi sesuka hatimu.
Pernahkah kamu
terbangun dan melihat sesuatu menakutkan di samping tempat tidurmu? Kamu
berusaha lari, namun kakimu tersangkut dan jatuh. Kamu tak bisa bangkit, mereka
sudah menjegalmu. Seberapapun kamu berusaha, semuanya tak akan berhasil.
Tak ada jalan lain selain kamu harus menghadapinya dan melawan ketakutanmu
sendiri.
Kamu tahu sayang?
Semua itu adalah mimpi buruk. Kepergianmu itu adalah mimpi buruk untukku. Luka
ini masih begitu sakit. Setidaknya kamu tidak perlu kembali untuk saat ini,
sebelum luka dalam hatiku benar-benar terobati. Kepergianmu dengan gadis itu
sudah membuat kepercayaanku mati. Kamu bahkan berhasil menghancurkan perasaanku
hanya dalam beberapa detik. Kamu sudah menghancurkan semuanya.
Untuk orang yang
masih kusayangi,
Maafkan aku atas
permulaan surat yang kutulis begitu kasar untukmu. Aku sedang menghabisi
kemarahanku, aku sedang menghabisi benci yang tumbuh perlahan dalam hatiku.
Terimakasih atas semuanya, setidaknya beban yang ada dalam hatiku perlahan
menguap.
Sayang, aku sudah
berhasil mengacuhkanmu, aku bahkan sudah bisa merelakanmu, dan pesan-pesanmu
itu, maaf jika aku tidak membalasnya. Mungkin surat ini yang terakhir, sebelum
aku benar-benar bisa dengan lapang hati menerimamu kembali.
Meskipun aku sendiri
tidak tahu sesuatu apa yang membuatmu tersadar dan kembali. Entah karena
menyesal atau apa. Yang jelas aku tidak ingin kedatanganmu itu hanyalah sebuah
kesengajaan karena kamu tak puas menyakitiku.
Namun ketahuilah
sayang, aku sudah ‘memaafkanmu’ dan aku sudah membebaskan diriku dari ‘benci’.
Namun aku masih perlu waktu untuk menerima semuanya lagi, aku masih belum siap
terluka. Aku tak menyuruhmu menunggu, karena semua itu adalah hakmu.
Izinkanlah, saat ini
berilah kesempatan untukku menghilang sama seperti yang kamu lakukan.
Terimakasih atas semuanya, terimakasih atas datang pergimu yang memberikanku
luka, terimakasih atas senyummu yang membuatku bahagia. Aku baik-baik saja.
Aku berharap kamu
adalah hadiah yang diberikan Tuhan untukku. Disuatu hari nanti, jika takdir
memperbolehkanku bertemu denganmu lagi.
Di atas dermaga kayu,
di waktu sore, ditempat dimana senja melewatkanku sendiri. Terimakasih. Ini
semua karenamu, kamu sudah berhasil mengatasi rasa takutku akan gelap.
Selamat menunggu
tersayang, selamat berbahagia menanti semua itu tiba.
Aku merindukan senja,
merindukan cahayanya.
Salam hangat dari gadis bodoh
.jpg)
Comments
Post a Comment